Friday, February 5, 2010

My best friend, my worst enemy

Yah, begitulah. Dia dulu adalah sahabatku di kelas, tapi sekarang semua beda.
Dia jadi seperti musuhku. Aku bahkan nggak tahu apa salahku.
Aku nggak pernah nggosipin dia atau mencoba menyakiti dia. Mungkin aku memang pernah menggosipkan dia, tapi bukan yang jelek. Aku selalu bilang sama teman-temanku kalau dia itu rajin, pintar. Selain itu tidak. Yah, mungkin aku memang pernah menjodoh-jodohkan dia dengan beberapa guru di sekolah. Tapi itu kan cuma bercanda. Masa dia tidak bisa membedakan yang mana yang bercanda dan yang mana yang serius?
Aku bener-bener bingung.
Hari ini aku mencoba bicara sama dia, minta maaf kalau aku ada salah.
Tapi, dia bilang nggak ada yang perlu dimaafin. Tapi dari mukanya aku tahu ada yang nggak beres sama dia.
Dia di luar begitu, tapi aku tahu di dalam hatinya dia dendam sama aku.
Sekali lagi, apa yang udah aku lakukan?
Masalah cowok? Well, aku bahkan nggak tahu siapa cowoknya. Dan aku sama sekali nggak sedang jatuh cinta dan lagi nggak berhubungan dekat dengan cowok manapun (kecuali keluargaku).
Kapan sih aku pernah menyakitinya? Di mataku dia selalu baik, tapi kenapa dia malah menjauhi aku?
Jangan-jangan dia pikir aku ini lesbian? Yaiks, enak aja. Aku normal banget! Aku masih suka sama cowok!!! Gila itu...
Atau....ini alasan yang paling mungkin: Karena nilaiku biasa2 aja, sedangkan dia ambisi n tekad nya besar. Jadi aku "menghambat" nilainya. Itukah?
Yah, nggak tau lah...we'll just see...

No comments: