Orang bilang bahwa manusia sama seperti angsa: mereka diciptakan berpasangan. Seringkali aku bertanya-tanya akan hal itu. Apakah benar? Memang bila aku lihat sekitarku, banyak temanku yang berpasangan bak angsa yang dimabuk cinta. Beberapa bahkan sudah menikah. Bahagia sekali yah mereka.
Bagaimana denganku?
Sebenarnya, hingga detik ini aku masih mempertanyakan kebenaran keyakinan banyak orang tersebut.
Apakah aku juga diciptakan berpasangan?
Aku pernah merasakan berpasangan. Namun aku tidak bahagia dan selalu menangis. Lebih baik sendiri.
Dan aku menyimpulkan bahwa orang yang menjadi pasanganku dulu, bukanlah pasangan yang diciptakan Tuhan untukku.
Aku pun terus menunggu dan menunggu...
Tapi setiap orang yang aku temui selalu saja terasa tidak tepat...
Sungguh tidak mudah mencari pasangan...
Atau aku memang ditakdirkan untuk sendiri?
2 comments:
Hanya sebatas pemikiran.
Beranilah untuk mengenal kaum laki-laki lebih dalam. Dan beranilah untuk memilih antara cinta dan nafsu. Mungkin teralu abstrak, tapi itulah yang terjadi padaku. Sempat terpikir dia lah orang yang kutunggu, tapi jika aku menerima cintanya, aku bisa melukai orang lain. Setelah hampir sebulan aku berperang dengan sisi lain yang kau namai 'Christine'... aku menyadari, selama masa pendekatan ini, nafsu lah yang mendorongku. Maka aku memilih untuk sakit sesaat. Membuat batas suci. Dan menantangnya, " Jika setelah apa yang kukatakan ini dia menghindar dariku, aku sangat beruntung karena aku tak menerimanya lebih jauh. Tapi jika setelah aku mengatakan penolakan halus itu, dan dia masih menjaga hubungan baik denganku, syukur."
Bagiku, manusia memang diciptakan untuk berpasang-pasangan. Aku mempercayai itu. Dan Tuhan tahu itu. Semakin aku percaya, semakin kuat signal impian. Tapi jika tidak, bisa jadi signal itu putus. Bermimpilah sedetail mungkin tentang pasangan impianmu. Tuhan mempertimbangkan itu.
:-)
wakakakakk a very good thought :)
yep keep on believing :D
Post a Comment