Friday, March 26, 2010

Percobaan Pembunuhan = GAGAL!!

Akhirnya setelah 5 hari yang melelahkan, UAN selesai juga....
Sepertinya nilai tidak bisa sesuai target (terutama FISIKA), tapi aku yakin 100% kalau aku bakal LULUS! Yeahhhh!!!
Tapi tetep deg-degan juga sih, habisnya takut lulus dengan nilai sangat ancur huhuhuhu....T.T
Ya sudah lah, let God do the rest! Aku percaya nilaiku ntar nggak jelek-jelek amet kok, kalo nggak salah mbunderin ato scan nya jalan dengan baik paling ya ada yang nilainya 60 an (huhuhu...T.T)
Salahku sendiri sih, aku belajarnya nggak serius
Otak ini kepecah jadi beberapa bagian, alias nggak bisa bener-bener fokus ke UAN
Aku tahu inilah kelemahanku, nggak bisa FOKUS!!! Padahal aku jelas-jelas sudah meninggalkan "hal lain yang membuat konsentrasi terganggu" itu...Tapi tetep aja masih kepikiran, bahkan di tengah-tengah ngerjain UAN, aku sempat kepikiran itu...
Ah, sudahlah
Goodbye, UAN! Goodbye "the other thing"! Welcome school exam! (huhuhu T.T)

Ngomong-ngomong, bingung kan, kenapa judulnya sadis banget....
Sebenarnya memang tadi aku mengalami sejenis "percobaan pembunuhan"
Tepatnya pulang sekolah, setelah aku selesai kerja kelompok sama temenku (nggarap B. Indonesia buat ujian sekolah T.T--->sekarang masih belum selesai T.T)

Aku kan duduk-duduk bersila di aula, bagian deket pinggir. Aku lagi ngobrol-ngobrol sama temenku. Waktu itu anginnya kenceng banget, hujan deres pula.
Lagi asyiknya ngobrol, tiba-tiba mata temanku membelalak. Dia menunjuk-nunjuk ke arah belakangku sambil berteriak. Aku yang masih tidak mengerti masih tenang-tenang saja. "Apa sih, kok heboh banget?"
Tapi karena dia masih terlihat gimana gitu raut mukanya, aku jadi penasaran
Apa sih, yang ditunjuk-tunjuk temanku itu?
Berdirilah aku, menengoklah aku ke belakang, dan.....

Aku melihat benda berbingkai merah itu mengarah padaku
Semakin dekat, semakin dekat....
Aku ingin teriak, tapi di satu sisi juga aku ingin berkata, "Terus, teruslah mendekat!"
Entah takut, atau entah senang, aku cuma bisa berdiri, terpaku
Tapi akhirnya secara reflek aku mencoba menangkis benda itu dengan tanganku
Oh, tidak, benda itu terlalu berat untukku!!!
Benda itu membuatku terduduk kembali
Di saat aku tak bisa menopang beban itu lagi, aku dalam hati justru merasa gembira
Rasa takut itu jadi terkikis oleh rasa senang
Aku tersenyum dan berkata dalam hati, "Aku akan mati! Ya, aku akan mati!!!"
Aku merasa, selesai sudah....Mungkin ini adalah akhir, akhir dari segala pergumulanku.
Selama ini aku sudah mengalami berbagai kesulitan, jadi mungkin inilah saatnya aku meninggalkan segala kesulitan itu
Aku hanya tersenyum

Aku merasa aku akan mati, atau paling tidak sekarat lah, tertimpa whiteboard yang super berat dan besar itu.
Tapi....

Tidak. Papan tulis itu tidak jadi jatuh 90 derajat. Papan tulis itu hanya miring 60 derajat, alias nggak nimpa lantai (dan itu berarti nggak meratakan tubuhku juga)
Kok bisa?
Ternyata, secara ajaib, ada bangku kecil panjang di depan papan tulis itu....bangku itu menopang papan tulis itu sehingga tidak jatuh 90 derajat!!!
Dan aku cuma terantuk di bagian punggung sedikit. Itu juga cuma sakit sesaat (tidak lebam pula)

Yah, nggak jadi mati deh aku...
Padahal tadi sudah seneng-senengnya ya :p
Kalo aku mati kan masalah selesai deh...

Aku tahu, sudah sepatutnya aku bersyukur
Itu pasti kerja Papi Jesus di atas sana
Coba kalo nggak ada bangku itu, entah mungkin aku udah gegar otak, ato patah tulang, ato apalah hehehehe
Pasalnya papan tulisnya itu besar & berat bangeet...(soalnya tadi aku nggak bisa nopang papan tulis itu)
Papi nggak menghendaki aku sakit...
Padahal aku baru saja berbuat dosa...
Ia menghendaki aku untuk menghadapi masalah dengan kuat dan tegar...

Aku sedih, ngecewain Dia terus... T.T
Maafkan aku, Yesusku...

No comments: