Thursday, September 3, 2015
Omega
Aku ingin berhenti menulis tentang hal yang belakangan sering kutulis. Aku lelah dan tidak ingin lagi memikirkan atau merasakan betapa sulitnya bagiku untuk berjalan tanpa tujuan. Semoga setelah ini tidak ada lagi tulisan-tulisan senada yang aku buat dengan hati yang gelap.
Aku tidak ingin menyalahkan Tuhan atas apa yang menimpaku. Pada akhirya, itu salahku dan akulah yang bertanggungjawab atas semua yang terjadi. Andai sejak pertama dulu aku tidak lemah oleh rasa. Andai sejak awal aku dengan keras melawan halangan yang kutahu akan menyandungku, aku tidak akan berada di posisiku saat ini.
Semua karena aku yang egois. Aku hanya mengikuti kehendak hatiku dan percaya akan harapan yang muncul, yang seiring waktu berubah menjadi suatu angan yang mungkin akan berbuah manis. Tetapi, lambat laun, aku menyadari bahwa bila semua terus berlanjut, keadaan hanya akan membuatku bak dalang utama tindak kejahatan, dan pada akhirnya, aku akan dihantui oleh rasa bersalah karena semata-mata memaksakan keinginanku. Aku akan seperti berbahagia diatas penderitaan oranglain, dan hal itu akan membuatku semakin kecewa pada diriku sendiri.
Sekarang, bila ada yang harus berkorban atau mengalah, akulah yang harus dan akan melakukannya. Bila memang ternyata pergi atau akhirnya ditinggalkan adalah pilihan yang terbaik, maka terjadilah, sudah seharusnya. Takdir yang sudah digariskan sepertinya tidak dapat diubah. Berusaha mengubah takdir sebenarnya adalah kemustahilan yang saat ini sedang kujalani dengan menutup mata pada yang sudah rusak.
Tidak menyenangkan bila apa yang sudah dibayangkan, diimpikan, dan direncanakan, hancur. Lebih tidak menyenangkan lagi bila hari demi hari hanya merasakan luka lama yang hilang dan timbul bergantian. Apa yang sudah pecah, tampaknya tak bisa kembali seperti semula. Bagaimanapun juga, aku bersyukur atas semua yang telah kujalani. Saat ini, kekuatan dan kebahagiaanku adalah diriku sendiri, bukan oranglain. Bila pada awalnya aku baik-baik saja, pada akhirnya, aku juga akan baik-baik saja.
Memaafkan, merelakan, melupakan,
semoga.
~~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment